Summarize the post with AI

PUNGGAWANEWS, JAKARTA — Menteri Luar Negeri Republik Indonesia mewakili Pemerintah Republik Indonesia, menyampaikan duka cita mendalam sekaligus kecaman keras atas gugurnya seorang prajurit TNI yang tengah mengemban misi perdamaian internasional di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di wilayah Lebanon Selatan.

Prajurit yang gugur diidentifikasi sebagai Praka Farizal Ramadan, anggota Kontingen UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) yang bertugas menjaga stabilitas kawasan konflik tersebut. Selain korban jiwa, tiga rekan sesama prajurit Indonesia turut mengalami luka-luka akibat insiden yang sama. Satu di antara mereka mengalami luka berat dan hingga kini masih dalam kondisi koma, sementara dua prajurit lainnya menderita luka ringan.

“Kami selaku Menteri Luar Negeri dan mewakili Pemerintah Republik Indonesia mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya,” ujar Menlu dalam keterangan persnya.

Pemerintah Indonesia secara tegas mengecam serangan yang dilancarkan Israel di wilayah Lebanon Selatan dan mendesak seluruh pihak yang terlibat untuk segera melakukan deeskalasi konflik serta kembali ke meja perundingan. Menlu menegaskan bahwa dampak dari eskalasi kekerasan yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan terakhir telah dirasakan begitu besar oleh berbagai pihak, termasuk pasukan perdamaian internasional.

Presiden RI sebelumnya juga telah menawarkan diri untuk berperan sebagai mediator guna mendorong terwujudnya gencatan senjata dan langkah-langkah nyata menuju perdamaian di kawasan tersebut.

Terkait penanganan pascainsiden, Kedutaan Besar RI di Beirut telah mendapat instruksi untuk terus memantau kondisi para prajurit Indonesia yang terlibat serta mempersiapkan proses pemulasaraan jenazah Praka Farizal Ramadan.

Selain itu, Kepala Perwakilan Tetap Indonesia di PBB, New York, dijadwalkan bertemu dengan Wakil Sekretaris Jenderal PBB yang membidangi operasi pasukan perdamaian pada Senin pagi waktu setempat. Pertemuan itu akan membahas proses pengembalian jenazah serta hal-hal teknis lainnya yang berkaitan dengan insiden tersebut.

Pemerintah Indonesia juga menuntut UNIFIL untuk melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap sumber dan kronologi insiden yang merenggut nyawa prajurit Indonesia tersebut.

Menlu menutup pernyataannya dengan memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada almarhum Praka Farizal Ramadan yang dinilai telah memberikan pengabdian terbaik, tidak hanya bagi kehormatan bangsa dan negara, tetapi juga bagi kemanusiaan dan perdamaian dunia.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________