“Negara hadir bukan untuk segelintir kelompok, tetapi memastikan rakyat menjadi pelaku utama dan penerima manfaat utama pembangunan. Itu selalu arahan Bapak Presiden kepada kami,” kata Zulhas di hadapan para hadirin.
Poin itulah yang kemudian diperkuat oleh Presiden Prabowo dalam sambutannya. Ia menyebut hari itu sebagai hari penting, bahkan menyarankan agar pencapaian ini dilihat dalam perspektif yang lebih luas, tidak hanya di lingkup Indonesia, tetapi juga dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia.
“Saya kira kalau dicari di negara-negara lain pun, apalagi di sejarah bangsa kita, kalau kita cari ada suatu negara, suatu pemerintahan yang meresmikan operasionalisasi seribu lebih koperasi secara fisik, gedungnya ada, gudangnya ada, sistemnya ada, barangnya ada, petugasnya ada, unsur-unsur logistiknya ada, ada truk, ada pickup, ada kendaraan tiga roda, saya kira hari ini cukup penting,” ujar Presiden Prabowo.
Yang tak kalah mencolok adalah kecepatan realisasi program ini. Prabowo mengungkapkan bahwa ide awal baru dirancang kurang dari setahun lalu, sementara pembangunan fisik koperasi baru benar-benar dimulai sekitar November 2025. Dalam rentang waktu sekitar tujuh bulan, lebih dari seribu koperasi telah siap beroperasi penuh.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.