Ia menggambarkan MBG sebagai program yang membuat uang tetap berputar di dalam negeri. Distribusi bahan pangan akan melibatkan berbagai sektor produksi domestik, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan penerima program, tetapi juga produsen pangan di seluruh pelosok negeri.
“Uang ini semua beredar. Indonesia tambah kuat,” tegasnya.
Masalah Gizi yang Jadi Pangkal Masalah
Prabowo tidak hanya bicara tentang ekonomi. Ia juga menyoroti fakta yang selama ini kerap luput dari perhatian publik: masih banyaknya anak Indonesia yang mengalami kekurangan gizi.
Dampak kekurangan gizi, kata Presiden, bukan sekadar soal tubuh yang kecil. Ini menyangkut perkembangan sel dan kecerdasan generasi mendatang yang menjadi tulang punggung bangsa.
“Anak-anak kita banyak yang kurang gizi, badannya kecil, selnya tidak berkembang,” kata Prabowo.
Pernyataan itu menjadi landasan mengapa MBG dirancang sebagai program prioritas pemerintah. Dengan menyasar anak-anak sejak dini, pemerintah berharap dapat memutus rantai kemiskinan gizi yang telah berlangsung lama.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.