Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar sebuah pertemuan eksklusif di Jakarta, 31/01. Acara tertutup tersebut menghadirkan sejumlah tokoh intelektual dan mantan pejabat negara untuk berdialog secara langsung mengenai arah strategis perbaikan bangsa ke depan
Pertemuan yang berlangsung dari pukul 17.00 hingga sekitar pukul 20.45 WIB itu dilaporkan berjalan lebih dari tiga jam penuh. Hal tersebut diungkapkan oleh mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu melalui unggahan di akun media sosial X pribadinya.
Menurut Said Didu, forum tersebut memang berlangsung cukup panjang. Ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo secara langsung mempresentasikan berbagai arah kebijakan strategis tingkat nasional di hadapan para undangan.
Sejumlah nama besar turut mengambil bagian dalam pertemuan tersebut. Di antara para peserta adalah peneliti senior BRIN dan Pengamat politik Siti Zuhro, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji, serta Said Didu sendiri.
Dari jajaran pemerintah dan militer, hadir pula Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Mayjen TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim, dan mantan Kepala Badan Intelijen ABRI.
Isu Sensitif Dibahas Secara Terbuka
Diskusi yang berlangsung dalam forum tersebut digambarkan berjalan dinamis dan produktif. Sejumlah isu strategis yang kerap menjadi perdebatan turut diangkat secara terbuka, termasuk rencana reformasi institusi Polri, gagasan pembentukan Board of Peace (BoP) untuk wilayah Gaza, serta agenda besar penguatan kedaulatan negara.
Said Didu menilai bahwa Presiden Prabowo menunjukkan sikap yang sangat terbuka selama jalannya diskusi. Ia menyampaikan bahwa Prabowo tidak hanya mendengarkan setiap masukan dari peserta, tetapi juga aktif merespons berbagai pandangan kritis yang dilontarkan.
“Isu-isu strategis dan sensitif seperti reformasi Polri, BoP Gaza juga dibahas serta isu-isu lainnya. Ini menunjukkan bahwa Bapak Presiden Prabowo sangat terbuka untuk berdiskusi,” tutur Said Didu.
Di penghujung pertemuan, para peserta berhasil mengidentifikasi satu benang merah yang menjadi landasan kesepakatan bersama. Pengembalian kedaulatan negara di berbagai bidang — mencakup kedaulatan politique, ekonomi, hukum, pengelolaan sumber daya alam, serta integritas wilayah — ditetapkan sebagai agenda prioritas utama pemerintah. Pemberantasan korupsi juga ditegaskan sebagai komitmen yang tidak dapat ditawar.
Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pertemuan tersebut sama sekali bukan dimaksudkan sebagai wadah oposisi terhadap kebijakan pemerintah. Sebaliknya, forum ini dirancang sebagai ruang pertukaran gagasan yang konstruktif demi kepentingan masyarakat luas.
Prasetyo Hadi juga menyatakan bahwa acara ini disengaja untuk bebas dari keterlibatan tokoh-tokoh partai Politik, sehingga diskusi dapat berjalan murni dan tanpa muatan kepentingan partisan.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.