BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Summarize the post with AI

PUNGGAWANEWS, JAKARTA — Pemerintah mengumumkan sejumlah langkah strategis untuk mempercepat pembangunan nasional, mulai dari sektor perumahan hingga penguatan ketahanan ekonomi. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers usai rapat kerja yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran kabinet di Istana Negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah akan mengembangkan 10 kota baru yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, kawasan sekitar Jakarta, Sulawesi, dan Kalimantan. Program ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan perumahan rakyat sekaligus mendorong pemerataan ekonomi.

Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan program bedah rumah secara signifikan. Jika tahun sebelumnya hanya menjangkau puluhan ribu unit, tahun ini jumlahnya ditargetkan meningkat tajam guna memperbaiki kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Di sektor pendukung, program gentengisasi akan mulai diluncurkan bulan depan di Majalengka, Jawa Barat, dengan dukungan distribusi hingga ratusan truk. Program ini juga akan diperluas ke sejumlah daerah lain seperti Purwakarta dan wilayah di Jawa Tengah. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menggerakkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sentra produksi genteng.

Pemerintah juga menegaskan bahwa pemanfaatan tanah negara akan dioptimalkan untuk kepentingan perumahan rakyat, dengan skema pembangunan yang mengombinasikan segmen masyarakat berpenghasilan rendah dan kelas menengah.

Sementara itu, dari sisi makroekonomi, Airlangga menyampaikan kondisi ekonomi Indonesia tetap terjaga dengan baik. Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,39 persen pada kuartal keempat, menjadikan Indonesia salah satu negara dengan kinerja terbaik di kelompok G20.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus berperan sebagai peredam gejolak (shock absorber). Hingga Maret, penerimaan pajak tercatat meningkat 14,3 persen, sementara defisit anggaran tetap dijaga di kisaran 3 persen dengan rasio utang di level aman sekitar 40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Dari sektor pangan, pemerintah memastikan ketahanan nasional tetap kuat dengan produksi beras mencapai 34,7 juta ton pada 2025 dan cadangan beras pemerintah sebesar 4,6 juta ton. Di bidang energi, kebijakan mandatori biodiesel B50 akan mulai diterapkan guna menghemat anggaran hingga Rp8 triliun sekaligus memperkuat ketahanan energi.

Terkait dampak global, pemerintah mencermati dinamika harga minyak dunia di tengah tensi geopolitik Timur Tengah. Meski demikian, pasokan energi nasional dipastikan tetap aman dengan diversifikasi sumber impor dari sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Afrika.

Di sektor transportasi udara, penyesuaian harga avtur diperkirakan berdampak pada kenaikan tarif tiket pesawat sebesar 9 hingga 13 persen. Namun, pemerintah memastikan tidak ada kenaikan biaya haji. Subsidi sebesar Rp1,77 triliun telah dialokasikan dalam APBN untuk menjaga stabilitas biaya bagi sekitar 220 ribu jemaah.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan energi, termasuk LPG, dalam kondisi aman dengan cadangan di atas 10 hari. Pemerintah juga menegaskan tidak lagi bergantung pada satu kawasan impor tertentu, melainkan telah memperluas sumber pasokan secara global.

Presiden Prabowo dalam arahannya menekankan pentingnya kerja cepat, efisien, dan minim kebocoran di seluruh jajaran pemerintahan. Ia juga mendorong percepatan transisi menuju energi baru terbarukan serta penguatan swasembada pangan, tidak hanya pada komoditas beras, tetapi juga sumber protein seperti perikanan.

Pemerintah optimistis, dengan koordinasi lintas sektor dan kebijakan yang terukur, pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini dapat mencapai setidaknya 5,5 persen.



Follow Widget