SINJAI, PUNGGAWANEWS – Tujuh puluh pemuda-pemudi terbaik Kabupaten Sinjai kini memasuki babak paling menentukan dalam perjalanan mereka sebagai calon pembawa panji kebangsaan. Senin, 3 Agustus 2026, pemusatan pendidikan dan pelatihan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaskibraka) tingkat Kabupaten Sinjai resmi dimulai — sebuah momen yang bukan sekadar seremonial, melainkan awal dari sebuah proses panjang pembentukan karakter.

Pembukaan berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Sinjai, Andi Jefrianto Asapa. Hadir pula unsur Forkopimda, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian, Kepala Dispora, serta perwakilan Dinas Pendidikan — menandakan keseriusan pemerintah daerah dalam mengawal agenda pembinaan generasi muda ini.

Dari total 70 peserta, 37 di antaranya laki-laki dan 33 perempuan. Mereka adalah putra-putri pilihan yang telah melalui proses seleksi ketat sebelum akhirnya berhak mengenakan tanda peserta pemusatan latihan.

Andi Jefrianto Asapa membuka sambutannya dengan pesan yang mengena: menjadi Capaskibraka bukan sekadar soal kehormatan berdiri di barisan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Lebih dari itu, proses ini adalah kaderisasi — sebuah tempaan untuk mencetak calon pemimpin bangsa yang berkarakter kuat dan berintegritas.

Sekda menegaskan, pemusatan ini harus dimaknai sebagai wahana pembentukan insan muda yang berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila, UUD 1945, semangat Bhinneka Tunggal Ika, serta komitmen penuh menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bukan kata-kata kosong — melainkan fondasi yang harus tertanam dalam sikap dan perilaku sehari-hari para peserta.

Kepada seluruh peserta, Sekda menitipkan amanah yang tidak ringan. Mereka diminta menjaga kedisiplinan, merawat kesehatan, memikul tanggung jawab, dan menjaga kekompakan selama masa pelatihan berlangsung. Empat pilar sederhana, namun seringkali justru menjadi ujian terberat bagi siapa pun yang menjalaninya.

Pesan Andi Jefrianto tidak berhenti di sana. Ia juga berharap para Capaskibraka mampu menjadi teladan — tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di tengah keluarga dan masyarakat luas. Sebuah harapan yang menempatkan para pemuda ini bukan sebagai peserta latihan semata, melainkan sebagai representasi wajah generasi Sinjai.

“Jadilah generasi yang menjunjung tinggi sikap disiplin, menjauhi penyalahgunaan narkoba, perundungan, kekerasan, intoleransi. Tunjukkan kalian generasi Sinjai yang cerdas, berakhlak dan peduli sesama,” ujar Sekda dalam sambutannya yang disambut antusias oleh para peserta.

Di tengah semangat itu, Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, pembina, dan seluruh jajaran Purna Paskibraka yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran dalam membina para peserta. Sebuah pengakuan yang penting — karena di balik setiap paskibraka yang tegap berdiri, selalu ada tangan-tangan yang bekerja keras di balik layar.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sinjai, Muh. Akbar Juhamran, menambahkan dimensi lain dari pemusatan ini. Menurutnya, selain menyukseskan program kaderisasi, pemusatan latihan juga dirancang untuk melahirkan regenerasi Paskibraka yang tangguh dan selalu siap dalam kondisi apapun.

Akbar menjelaskan, tugas utama yang kelak diemban para peserta adalah mengibarkan dan menurunkan duplikat bendera pusaka pada dua momen sakral: upacara peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI dan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di tingkat Kabupaten Sinjai. Dua upacara, satu tanggung jawab besar yang tidak boleh dianggap enteng.

Prosesi pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Sekda kepada dua perwakilan peserta — sebuah ritual yang menjadi penanda resmi dimulainya masa pemusatan latihan.

Momen ini sekaligus diwarnai oleh pelepasan dua peserta Capaskibraka yang akan mewakili Sinjai di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Mereka adalah Andi Nayla Najwa A.P. dari SMA Negeri 3 Sinjai dan Azhar Mubarakh M. dari SMA Negeri 1 Sinjai. Keduanya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Sinjai, membuktikan bahwa kualitas generasi muda daerah ini mampu bersaing di panggung yang lebih luas.

Pemusatan latihan Capaskibraka tahun ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81. Bagi para peserta, hari-hari ke depan akan diisi dengan rutinitas yang menuntut fisik prima, mental baja, dan semangat yang tak mudah padam. Bagi Kabupaten Sinjai, ini adalah investasi nyata untuk masa depan — karena dari barisan inilah, lahir pemimpin-pemimpin yang akan meneruskan cita-cita bangsa.

FAQ

Apa tujuan utama pemusatan pendidikan dan latihan Capaskibraka Sinjai 2026?
Pemusatan ini bertujuan untuk menyiapkan putra-putri terbaik Kabupaten Sinjai dalam mengemban tugas mengibarkan dan menurunkan duplikat bendera pusaka pada upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81 dan Hari Lahir Pancasila, sekaligus sebagai program kaderisasi untuk membentuk calon pemimpin bangsa yang berkarakter.

Berapa jumlah peserta Capaskibraka Kabupaten Sinjai tahun 2026?
Sebanyak 70 peserta mengikuti pemusatan latihan ini, terdiri atas 37 peserta laki-laki dan 33 peserta perempuan yang telah melalui proses seleksi sebelumnya.

Siapa yang mewakili Sinjai di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan?
Dua peserta yang mewakili Sinjai di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan adalah Andi Nayla Najwa A.P. dari SMA Negeri 3 Sinjai dan Azhar Mubarakh M. dari SMA Negeri 1 Sinjai.



Follow Widget