Kepada seluruh peserta, Sekda menitipkan amanah yang tidak ringan. Mereka diminta menjaga kedisiplinan, merawat kesehatan, memikul tanggung jawab, dan menjaga kekompakan selama masa pelatihan berlangsung. Empat pilar sederhana, namun seringkali justru menjadi ujian terberat bagi siapa pun yang menjalaninya.

Pesan Andi Jefrianto tidak berhenti di sana. Ia juga berharap para Capaskibraka mampu menjadi teladan — tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di tengah keluarga dan masyarakat luas. Sebuah harapan yang menempatkan para pemuda ini bukan sebagai peserta latihan semata, melainkan sebagai representasi wajah generasi Sinjai.

“Jadilah generasi yang menjunjung tinggi sikap disiplin, menjauhi penyalahgunaan narkoba, perundungan, kekerasan, intoleransi. Tunjukkan kalian generasi Sinjai yang cerdas, berakhlak dan peduli sesama,” ujar Sekda dalam sambutannya yang disambut antusias oleh para peserta.

Di tengah semangat itu, Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, pembina, dan seluruh jajaran Purna Paskibraka yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran dalam membina para peserta. Sebuah pengakuan yang penting — karena di balik setiap paskibraka yang tegap berdiri, selalu ada tangan-tangan yang bekerja keras di balik layar.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sinjai, Muh. Akbar Juhamran, menambahkan dimensi lain dari pemusatan ini. Menurutnya, selain menyukseskan program kaderisasi, pemusatan latihan juga dirancang untuk melahirkan regenerasi Paskibraka yang tangguh dan selalu siap dalam kondisi apapun.



Follow Widget