Summarize the post with AI

PUNGGAWANEWS, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme tinggi terhadap kinerja ekonomi nasional di tengah tekanan krisis global. Pemerintah meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya mampu bertahan di kisaran 5 persen, tetapi berpotensi menembus hingga 8 persen dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam pernyataannya, Presiden mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 diperkirakan mencapai 5,5 hingga 6 persen. Angka ini dinilai sebagai sinyal awal penguatan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah.

“Saya sangat optimistis. Kalau dirata-ratakan dalam 10 tahun, kita bisa dengan mudah mencapai pertumbuhan 8 persen,” ujar Prabowo.

Posisi Indonesia Dinilai Lebih Tangguh

Optimisme tersebut didukung oleh sejumlah indikator yang menunjukkan posisi Indonesia relatif lebih kuat dibanding banyak negara lain dalam menghadapi gejolak global. Laporan media internasional The Economist menyebut Indonesia termasuk negara dengan “buffer” atau daya tahan ekonomi yang kuat terhadap guncangan energi global.

Dalam laporan tersebut, Indonesia berada dalam kelompok negara yang relatif aman dari dampak krisis energi, bersama negara seperti Thailand, Filipina, India, Turki, dan Afrika Selatan.

Target 8 Persen Didukung Program Prioritas

Pemerintah menilai berbagai program prioritas yang tengah dijalankan akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi tinggi. Fokus kebijakan diarahkan pada penguatan konsumsi domestik, hilirisasi industri, serta ketahanan energi dan pangan.

Presiden menegaskan bahwa meskipun dunia menghadapi tekanan, Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang cukup kuat untuk tumbuh lebih cepat.

Proyeksi Pertumbuhan Kuartal I Meningkat

Sejalan dengan pernyataan Presiden, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut target pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 sebesar 5,5 persen berpotensi tercapai.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pertumbuhan bahkan bisa mencapai 5,6 hingga 5,7 persen. Jika terealisasi, capaian ini akan menjadi yang tertinggi sejak pandemi COVID-19.

Konsumsi Ramadan dan Lebaran Jadi Pendorong

Lonjakan aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri menjadi salah satu faktor utama pendorong pertumbuhan. Perputaran uang selama periode tersebut diperkirakan mencapai Rp417 triliun.

Data dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menunjukkan perputaran uang di tiga provinsi besar di Pulau Jawa—Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat—mencapai Rp148 triliun, belum termasuk wilayah lain.

Peningkatan konsumsi juga didorong oleh berbagai stimulus pemerintah, mulai dari bantuan pangan bagi jutaan keluarga, pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara dan pensiunan, hingga berbagai program diskon selama periode Lebaran.

Fondasi Ekonomi 2025 Jadi Modal

Kinerja ekonomi tahun sebelumnya turut menjadi landasan optimisme. Pada 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen, salah satu yang tertinggi di antara negara-negara G20. Pertumbuhan kuartal IV 2025 bahkan mencapai 5,39 persen, tertinggi sejak pandemi.

Selain itu, sejumlah indikator lain juga menunjukkan tren positif, seperti tingkat suku bunga yang kompetitif, indeks keyakinan konsumen yang tetap optimistis, serta peningkatan penjualan ritel menjelang Lebaran.

Waspada, Namun Tetap Optimistis

Meski optimisme tinggi, pemerintah tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika global. Namun dengan kombinasi kebijakan domestik yang kuat dan struktur ekonomi yang relatif stabil, Indonesia diyakini mampu menjaga momentum pertumbuhan.

“Kita harus tetap waspada, tetapi saya yakin kita akan berhasil,” tegas Presiden Prabowo.

Source

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________

Countdown Piala Dunia 2026
FIFA World Cup 2026™
11 June – 19 July 2026
0 days
0 hours
0 mins
0 secs
View matches
PUNGGAWASPORT