Namun ada satu catatan yang perlu diperhatikan. Secara triwulanan, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 0,77% dibanding kuartal IV-2025. Ini bukan alarm darurat, tetapi menjadi pengingat bahwa menjaga konsistensi pertumbuhan dari kuartal ke kuartal bukanlah pekerjaan mudah.

Di sinilah empat pilar yang dipaparkan Purbaya menemukan relevansinya. Pemerintah tidak ingin euforia atas angka tahunan yang impresif membuat semua pihak lengah terhadap dinamika jangka pendek yang terus bergerak.

Dengan strategi yang sudah dirumuskan, pemerintah tampaknya optimistis kuartal II-2026 akan kembali membukukan pertumbuhan yang solid—bahkan berpotensi lebih baik dari kuartal pertama.