Ketiga, efisiensi sistem dunia bisnis menjadi agenda yang tak bisa ditunda. Pemerintah ingin memangkas hambatan birokrasi dan menyederhanakan regulasi agar roda usaha berputar lebih kencang.
Keempat, perbaikan iklim investasi. Ini menjadi sinyal penting bagi investor domestik maupun asing bahwa Indonesia serius membuka pintu selebar-lebarnya bagi modal yang ingin masuk.
“Jadi kunci pertumbuhan kuartal dua adalah daya beli masyarakat dijaga, belanja pemerintah tetap digalakkan, terus kita efisienkan sistem dunia bisnis di sini, jadi kita perbaiki iklim investasi,” ujar Purbaya saat ditemui di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.
Selain empat pilar itu, Purbaya menyoroti satu masalah yang mulai menggeliat kembali dan mengancam stabilitas pasar dalam negeri: membanjirnya barang-barang ilegal. Ia menyatakan akan kembali memperketat pengawasan pasar domestik dari serbuan produk selundupan yang belakangan kian ramai.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.