Pendekatan ini mencerminkan pergeseran paradigma: pendidikan bukan lagi semata tanggung jawab guru di ruang kelas, tetapi tanggung jawab kolektif yang melibatkan seluruh lingkungan di sekitar anak.
Dalam pidatonya, Mu’ti juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai lembaga mitra, baik di dalam maupun luar negeri, yang selama ini telah bersinergi dengan Kemendikdasmen. Kolaborasi lintas institusi ini dinilai menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.
Pesan 3M yang disampaikan Mu’ti pada Hardiknas 2025 ini bukan sekadar retorika seremonial. Di baliknya terkandung kritik halus terhadap kecenderungan birokrasi pendidikan yang kerap terjebak pada pencapaian target angka tanpa memastikan perubahan nyata di lapangan.
Jika mindset para pelaku pendidikan tidak bertransformasi, jika mental mereka mudah goyah menghadapi tantangan, dan jika misi yang diemban tidak lurus berpijak pada kepentingan peserta didik, maka sebagus apa pun kebijakan yang tertulis di atas kertas tidak akan mengubah apa pun di dalam kelas.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.