Lebih jauh, ia memaknai pendidikan sebagai proses menumbuhkembangkan potensi manusia secara menyeluruh. Hasilnya bukan hanya individu yang cerdas dan terampil, tetapi juga pribadi yang beriman, berakhlak mulia, mandiri, jujur, bertanggung jawab, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki jiwa demokratis.
Visi besar itu kemudian ia kaitkan langsung dengan agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Mengacu pada Asta Cita, Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh demi menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang maju, makmur, dan bermartabat di mata dunia.
Tidak hanya berbicara tentang cita-cita, Mu’ti juga memberi gambaran konkret tentang langkah yang telah ditempuh kementeriannya. Dalam delapan belas bulan terakhir, Kemendikdasmen disebut telah meletakkan fondasi pendidikan bermutu untuk semua melalui berbagai regulasi dan pembangunan ekosistem pendidikan yang lebih terintegrasi.
Salah satu terobosan pendekatan yang diperkenalkan adalah integrasi empat pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Keempat pilar ini dipandang harus berjalan seiring dan saling menguatkan, bukan berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.