Ia menggambarkan MCH sebagai inkubator ide dan karya, bukan kantor birokrasi yang penuh formulir dan antrian panjang. Pemerintah, tegasnya, harus responsif terhadap needs and wants anak muda—bukan malah membebani mereka dengan prosedur administratif yang melelahkan.

Industri kreatif sendiri memiliki puluhan subsektor yang terus tumbuh: dari musik, desain, film, kerajinan, kuliner kreatif, hingga teknologi digital. Makassar, dengan populasi anak muda yang besar dan semangat berkarya yang tinggi, dinilai Appi memiliki modal sosial yang kuat untuk bersaing di tingkat global.

Untuk memastikan MCH berjalan efektif, Appi mendorong agar lembaga ini memiliki sistem pelaporan rutin berbasis monthly report. Laporan bulanan ini akan menjadi bahan evaluasi bersama antara komunitas kreatif dan pemerintah kota, sehingga persoalan di lapangan bisa segera direspons.

Apabila ada program yang menemui hambatan, Appi menjamin pemerintah kota siap duduk bersama mencari solusi. Pemkot Makassar, katanya, akan hadir sebagai mediator yang mempertemukan kebutuhan pelaku kreatif dengan sumber daya yang tersedia.