Abbas juga menekankan bahwa Gaza merupakan bagian tak terpisahkan dari Palestina. Karena itu, penyelenggaraan pemilu di Deir Al-Balah dinilai sebagai simbol persatuan antara wilayah Gaza dan Tepi Barat.
Pengamatan jurnalis AFP menunjukkan bahwa sejumlah TPS di Tepi Barat relatif sepi pemilih. Meski demikian, proses pemilu turut dipantau oleh diplomat asing.
Di tengah rendahnya partisipasi, sebagian warga tetap menaruh harapan pada hasil pemilu. Khalid Eid, seorang pemilih, berharap komposisi anggota dewan dapat berubah ke arah yang lebih baik untuk mendorong pembangunan komunitas.
Namun, pelaksanaan pemilu ini juga menuai kritik. Sejumlah warga menilai waktu penyelenggaraan tidak tepat, mengingat situasi keamanan yang belum kondusif akibat konflik berkepanjangan dan meningkatnya serangan pemukim Israel di Tepi Barat.





















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.