Langkah Microsoft turut menjadi angin segar dalam ekosistem pelatihan tenaga kerja nasional. Perusahaan asal Amerika Serikat itu telah melatih sekitar 50 ribu orang di Indonesia dalam keterampilan digital—sebuah pencapaian yang menurut Yassierli perlu dijadikan pijakan untuk memperluas kolaborasi serupa antara pemerintah dan dunia usaha.

Kolaborasi ini bukan berarti pemerintah lepas tangan dari peran langsungnya. Kementerian Ketenagakerjaan juga mengoptimalkan 43 balai pelatihan kerja yang tersebar di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Fasilitas-fasilitas ini difungsikan sebagai pusat peningkatan kompetensi berbasis praktik, pembelajaran digital, serta penguasaan teknologi baru yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Namun Yassierli sadar bahwa fasilitas fisik saja tidak cukup. Jangkauan harus diperluas. Maka pelatihan pun disediakan secara daring agar masyarakat di pelosok daerah sekalipun dapat mengaksesnya tanpa hambatan geografis maupun biaya transportasi.

Konsep yang sama diterapkan pada bursa kerja dalam AI Career Boost Day 2026 ini. Alih-alih mengumpulkan ribuan orang di satu gedung—yang membutuhkan logistik besar dan tidak efisien—pemerintah menghadirkan job fair sepenuhnya secara online. Pencari kerja cukup membuka layar, mendaftar, dan langsung berinteraksi dengan perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan, khususnya di bidang yang berkaitan dengan AI dan keterampilan digital.

“Untuk job fair ini juga merupakan sebuah inisiatif kita untuk bisa dilaksanakan secara online, jadi tidak harus kemudian dibuat di satu tempat mengundang sekian banyak orang,” tegas Yassierli.



Follow Widget