Kemnaker menjawab tantangan ini dengan memperkuat peran Pengantar Kerja sebagai penghubung strategis. Para Pengantar Kerja ini menjalankan tiga fungsi utama: job matching atau pencocokan antara profil pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan, job counselling atau pendampingan karier, serta job intermediaries atau perantara antara pencari kerja dan dunia usaha.

Tidak tanggung-tanggung, saat ini terdapat 1.859 Pengantar Kerja yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Mereka bertugas di bawah naungan Kemnaker, Balai Pelatihan Kerja, Dinas Ketenagakerjaan daerah, hingga Unit Layanan Disabilitas setempat — memastikan akses layanan menjangkau hingga pelosok daerah.

Estiarty menjelaskan, penempatan kerja bagi penyandang disabilitas bukan semata urusan menghubungkan seseorang dengan sebuah lowongan. Ada dimensi yang lebih dalam: memahami kebutuhan komunikasi yang spesifik, memastikan lingkungan kerja yang kondusif, sekaligus membekali pencari kerja dengan kepercayaan diri yang cukup untuk melangkah maju.

Kopi Kenangan, yang dikelola PT Bumi Berkah Boga, menjadi salah satu perusahaan yang secara aktif terlibat dalam program inklusif ini. Keterlibatan perusahaan swasta dalam skema rekrutmen yang digagas Kemnaker menjadi sinyal positif bahwa ekosistem ketenagakerjaan inklusif bukan lagi utopia, melainkan sesuatu yang sedang dibangun secara nyata hari ini.