Dari 89 santri jenjang MI, sebanyak 30 di antaranya sudah duduk di kelas enam dan telah mengikuti ujian pada 4 hingga 12 April 2026. Basnang menambahkan bahwa para santri kelas enam tersebut tidak tinggal di asrama pesantren, sehingga kondisinya sedikit berbeda dari santri mukim lainnya.
Seluruh santri yang tinggal di lingkungan pesantren telah dipulangkan ke rumah masing-masing pada 2 dan 3 Mei 2026. Langkah pemulangan ini menjadi bagian dari respons awal sebelum proses kepindahan resmi ke sekolah-sekolah baru diformalkan.
Kemenag Kabupaten Pati kini tengah memfasilitasi proses alih sekolah tersebut. Setidaknya enam lembaga pendidikan telah direkomendasikan sebagai tujuan kepindahan, yakni MI Khoiriyatul Ulum Sitiluhur di Gembong, MI Matholiun Najah Tlogosari di Tlogowungu, SMP Al-Akrom Banyuurip di Margorejo, MA Al-Akrom Banyuurip di Margorejo, MA Assalafiyah Lahar di Gembong, serta MA Khoiriyatul Ulum Trangkil.
Pilihan lembaga tersebut mencakup berbagai jenjang agar setiap santri mendapat tempat yang sesuai dengan tingkat pendidikannya. Kemenag memastikan proses transisi ini berjalan tanpa mengorbankan kesinambungan akademis para santri.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.