Salah satu tugas utama para kader adalah mengawasi proses memasak di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau yang dikenal dengan sebutan SPPG. Dapur inilah yang menjadi titik produksi makanan bergizi sebelum didistribusikan kepada kelompok sasaran.

Di dapur SPPG, kader memastikan seluruh proses berlangsung sesuai Standar Operasional Prosedur yang telah ditetapkan. Mulai dari kebersihan bahan makanan, higienitas petugas masak, cara pengolahan, hingga pengemasan dan ketepatan waktu distribusi, semuanya menjadi perhatian kader di lapangan.

Kebersihan atau higienitas menjadi salah satu aspek yang tidak bisa dikompromikan. Makanan yang disiapkan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita harus memenuhi standar kesehatan yang ketat agar manfaat gizi yang diharapkan benar-benar tercapai dan tidak justru menimbulkan risiko kesehatan baru.

Selain mengawasi proses produksi makanan, kader Posyandu juga diberi tanggung jawab untuk memvalidasi data penerima manfaat. Ini adalah pekerjaan yang tidak kalah pentingnya, karena ketepatan sasaran menentukan apakah program ini benar-benar menjangkau mereka yang paling membutuhkan.

Kelompok sasaran utama program ini adalah yang dikenal sebagai kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Jumlah mereka diperkirakan mencapai sekitar 21 juta jiwa yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia, sebuah angka yang tidak kecil dan memerlukan sistem pendataan yang cermat.



Follow Widget