JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Menjelang puncak ibadah haji 1446 H, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh jemaah haji Indonesia, khususnya yang menunaikan haji tamattu: bayar dam hanya melalui jalur resmi, bukan lewat calo.

Imbauan ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi Kemenhaj pada Jumat, 15 Mei 2026. Pesan itu sederhana namun tegas โ€” jangan sampai kewajiban syar’i yang satu ini justru diserahkan ke tangan yang salah.

Pemerintah telah menetapkan satu jalur resmi untuk pembayaran dam, yakni melalui platform Adahi yang terintegrasi dengan sistem Nusuk Masar. Skema ini merupakan mekanisme yang telah diakui dan ditetapkan oleh otoritas Arab Saudi, sehingga keabsahan dam yang dibayarkan bisa terjamin secara administratif maupun syar’i.

Biaya dam tahun ini ditetapkan sebesar 720 Riyal Arab Saudi (SAR) per jemaah. Angka itu berlaku seragam bagi seluruh jemaah yang wajib membayar dam dalam rangkaian ibadah haji tamattu โ€” yakni mereka yang melaksanakan umrah terlebih dahulu sebelum memasuki ihram haji.

Hingga pertengahan Mei 2026, tercatat sudah 34.308 jemaah haji Indonesia di Arab Saudi yang telah menuntaskan kewajiban pembayaran dam sesuai ketentuan resmi. Angka ini terus bergerak seiring makin dekatnya puncak pelaksanaan wukuf di Arafah.

Salah satu terobosan layanan yang disiapkan tahun ini adalah sistem jemput bola. Petugas Adahi tidak menunggu jemaah datang ke loket, melainkan aktif mendatangi langsung hotel-hotel tempat jemaah Indonesia menginap untuk memfasilitasi proses pembayaran dan verifikasi di tempat.

Langkah ini disebut Maria sebagai strategi yang disengaja untuk meringankan beban jemaah yang rentan. Jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta mereka yang masuk kategori risiko kesehatan tinggi menjadi prioritas utama yang disasar lewat mekanisme ini.

Setiap petugas kloter turut dilibatkan dalam proses tersebut. Mereka bertugas mendampingi dan membantu jemaah dalam setiap tahapan pembayaran, mulai dari pengisian data hingga konfirmasi transaksi. Kehadiran petugas kloter di sisi jemaah diharapkan meminimalkan kebingungan, terutama bagi mereka yang tidak familiar dengan sistem digital.

Kemenhaj juga mendorong seluruh jemaah untuk aktif berkomunikasi dengan struktur kepemimpinan rombongannya masing-masing. Ketua regu, ketua rombongan, dan ketua kloter menjadi ujung tombak penyebaran informasi di lapangan. Bila ada yang masih bingung soal mekanisme atau tenggat waktu pembayaran, petugas sektor pun siap dihubungi.

Fenomena calo pembayaran dam bukan hal baru dalam penyelenggaraan haji. Setiap tahun, selalu ada oknum yang memanfaatkan ketidaktahuan atau keterbatasan akses jemaah untuk menawarkan jasa “pengurusan dam” dengan harga yang tidak transparan dan tanpa jaminan keabsahan. Uang berpindah tangan, tapi tidak ada kepastian apakah dam benar-benar dilaksanakan sesuai aturan.

Itulah mengapa penegasan Kemenhaj soal jalur resmi ini menjadi sangat relevan. Membayar dam bukan sekadar transaksi keuangan โ€” ini adalah bagian dari rukun dan kewajiban ibadah yang bila tidak dilakukan dengan benar, bisa berimplikasi pada keabsahan seluruh rangkaian haji seseorang.

Platform Adahi yang terintegrasi dengan Nusuk Masar memberikan jejak digital yang jelas. Jemaah mendapatkan bukti pembayaran yang terverifikasi, dan seluruh proses tercatat dalam sistem yang dapat diaudit. Ini adalah bentuk perlindungan negara kepada warganya saat beribadah di tanah orang.

Dengan lebih dari 200.000 jemaah Indonesia yang berangkat setiap tahunnya, koordinasi antara pemerintah, petugas kloter, dan jemaah sendiri menjadi kunci. Tidak ada yang boleh tertinggal, tidak ada yang boleh terjebak calo, dan tidak ada dam yang boleh terbengkalai hanya karena kurangnya informasi.

Bagi jemaah yang belum melakukan pembayaran, waktu terus berjalan. Segera hubungi ketua kloter atau petugas sektor untuk mendapatkan panduan lengkap sebelum momentum puncak haji tiba.


FAQ

Berapa biaya dam haji tamattu tahun 2026? Biaya dam untuk jemaah haji tamattu tahun 2026 ditetapkan sebesar 720 Riyal Arab Saudi (SAR) per jemaah, dibayarkan melalui platform resmi Adahi yang terintegrasi dengan sistem Nusuk Masar.

Apa itu Adahi dan bagaimana cara membayar dam melalui platform tersebut? Adahi adalah platform resmi pembayaran dam yang terintegrasi dengan sistem Nusuk Masar milik Arab Saudi. Jemaah dapat membayar langsung melalui petugas Adahi yang mendatangi hotel, didampingi oleh petugas kloter masing-masing.

Mengapa jemaah dilarang membayar dam melalui calo? Pembayaran dam melalui calo tidak memiliki jaminan keabsahan secara syar’i maupun administratif. Jalur resmi melalui Adahi memastikan dam benar-benar dilaksanakan dan tercatat, sehingga kewajiban ibadah jemaah terpenuhi dengan sah.