Irjen Djuhandhani sendiri kini mendapat penugasan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I di Sespim Lemdiklat Polri — sebuah jabatan yang menempatkannya di jalur pengembangan pendidikan kepolisian. Rotasi ini merupakan bagian dari dinamika pembinaan karier dalam tubuh Polri, sebuah mekanisme penyegaran kepemimpinan yang lazim dilakukan secara berkala.
Sosok yang kini memegang kendali Polda Sulsel bukanlah nama asing di lingkungan kepolisian. Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin adalah putra asli Kabupaten Takalar yang lahir pada 3 Desember 1971. Ia menapaki karier dari bangku Akademi Kepolisian angkatan 1994, kemudian terus mengasah diri hingga meraih gelar Doktor Ilmu Administrasi Publik dari Universitas Negeri Makassar dengan predikat membanggakan: cum laude.
Rekam jejak Chairuddin di lingkaran kekuasaan nasional pun tak bisa diabaikan. Ia pernah dipercaya menjadi ajudan Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla pada periode 2017 hingga 2019 — sebuah pengalaman yang tentu memperkaya wawasan dan kapasitas kepemimpinannya. Sebelum dilantik sebagai Kapolda Sulsel, ia menjabat sebagai Analis dan Advokasi Hukum Kepolisian Utama Tingkat I di Divisi Hukum Polri.
Perjalanan akademis dan karier yang matang itu membuat banyak pihak menaruh ekspektasi besar pada kepemimpinan Chairuddin di Sulawesi Selatan — provinsi yang kerap menjadi barometer situasi keamanan di kawasan timur Indonesia.
Acara kenal pamit malam itu dihadiri oleh deretan tokoh penting. Gubernur Sulawesi Selatan, Wakapolda Sulsel, para pejabat utama Polda, seluruh kapolres, sejumlah kepala daerah, hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel hadir menyaksikan peralihan kepemimpinan tersebut. Kehadiran mereka mencerminkan betapa strategisnya posisi Kapolda dalam ekosistem pemerintahan dan keamanan di tingkat provinsi.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.