Volume bantuan ini meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Pada penyaluran terdahulu yang bersumber dari APBN, Sinjai menerima enam unit hand traktor, enam unit power thresher, empat unit pompa air, benih jagung untuk lahan 200 hektar, serta bibit kopi untuk areal 100 hektar.
Bantuan sebelumnya itu telah didistribusikan kepada sejumlah kelompok tani dari berbagai kecamatan, antara lain Tellulimpoe, Sinjai Timur, Bulupoddo, Sinjai Selatan, dan Sinjai Barat. Distribusi yang menyentuh banyak kecamatan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menjangkau petani hingga ke pelosok.
Kehadiran combine harvester menjadi perhatian tersendiri. Alat panen modern ini mampu memangkas waktu panen secara drastis sekaligus menekan kehilangan hasil panen akibat metode manual. Bagi petani padi di Sinjai, ini adalah lompatan teknologi yang berarti.
Benih padi sebanyak 24.500 kilogram yang disalurkan juga bukan angka kecil. Dengan asumsi kebutuhan benih sekitar 25 kilogram per hektar, jumlah ini berpotensi mencukupi lahan tanam hingga hampir 1.000 hektar — angka yang cukup untuk mendongkrak produksi padi kabupaten secara nyata.
Sementara itu, kehadiran 1.500 bibit durian membuka babak baru bagi pengembangan komoditas hortikultura Sinjai. Durian Sinjai memang sudah dikenal memiliki cita rasa khas, dan pengembangan ini bisa menjadi fondasi agrowisata sekaligus peningkatan nilai ekonomi petani kebun.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.