Summarize the post with AI

Dalam pidatonya, ia juga mengkritik pendekatan pembangunan yang terlalu bergantung pada konsep luar negeri tanpa adaptasi lokal. Dedi menekankan bahwa filosofi pembangunan berbasis budaya dan alam yang telah lama hidup di masyarakat Sunda justru perlu dihidupkan kembali.

“Pembangunan bukan sekadar fisik, tapi juga kontemplasi. Kita harus kembali pada nilai-nilai yang menyatu dengan alam dan budaya,” ujarnya.

Menutup pidatonya, Dedi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendorong pembangunan yang merata dan berkelanjutan. Ia merangkum visinya dalam semboyan: “Lembur diurus, kota ditata, Jawa Barat istimewa.”



Follow Widget