Summarize the post with AI
“Masalah utama bukan kekurangan uang, melainkan distribusinya yang timpang,” ujar Dedi. Ia menegaskan, konsentrasi kekayaan pada segelintir pihak menyebabkan masyarakat luas hanya merasakan dampak inflasi dan kenaikan harga, tanpa menikmati pertumbuhan tersebut.
Dalam pandangannya, pembangunan harus bergeser dari sekadar mengejar angka menuju peningkatan kualitas hidup. Ia lebih menekankan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari—seperti pendidikan anak, sandang, hingga kegiatan sosial—sebagai indikator utama kesejahteraan.
Dedi juga menyoroti pentingnya konektivitas infrastruktur sebagai kunci pemerataan ekonomi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata dia, akan memprioritaskan pembangunan jalan dan akses transportasi yang menghubungkan wilayah terpencil dengan pusat ekonomi. Proyek strategis seperti jalur Puncak II serta konektivitas Sukabumi hingga Pangandaran menjadi fokus utama.
“Ketertinggalan daerah bukan karena sumber daya, tapi karena akses. Jika akses dibuka, distribusi ekonomi akan terjadi secara alami,” katanya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.