Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, JAKARTA – Indonesia diprediksi akan segera menempati posisi strategis sebagai pemain global (global player) di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini didasari oleh serangkaian kebijakan tegas dan transformasi struktural yang mulai dijalankan, terutama dalam pengamanan aset negara dan reformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Pengamanan Aset dan Penyelamatan Kekayaan Negara
Langkah awal yang menjadi sorotan adalah keberhasilan Satuan Tugas (Satgas) yang dipimpin langsung oleh sektor pertahanan bersama tim TNI dan Kehutanan. Dalam delapan bulan terakhir, pemerintah dilaporkan telah menyita sekitar 4 juta hektare lahan sawit ilegal, 2 juta hektare pertambangan ilegal, serta 1 juta hektare kawasan pembalakan hutan.
Hingga akhir tahun 2025, nilai kekayaan alam yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai hampir Rp200 triliun dalam bentuk aset, serta triliunan rupiah dalam bentuk tunai fisik. Langkah ini dinilai sebagai fondasi kuat untuk membersihkan eksploitasi lahan oleh oknum tidak bertanggung jawab dan mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat.
Transformasi Radikal BUMN
Menyoroti performa BUMN yang dinilai kurang optimal selama satu dekade terakhir, pemerintahan Prabowo merencanakan terobosan besar. Dari sekitar 1.000 entitas BUMN yang ada saat ini, jumlah tersebut akan dirampingkan secara drastis menjadi hanya 50 perusahaan inti.
BUMN tidak lagi berada di bawah kementerian konvensional, melainkan bertransformasi menjadi sebuah badan yang lebih lincah. Tujuannya adalah menghapus praktik manajemen yang tidak kompeten dan menggantinya dengan sistem meritokrasi, guna memastikan perusahaan negara memberikan keuntungan nyata bagi rakyat, bukan hanya bagi segelintir pejabat.
Mendorong Sektor Swasta Menjadi “VOC Modern”
Dalam visi menjadikannya global player, fokus utama pemerintah akan beralih pada hilirisasi yang dijalankan oleh sektor swasta. Pemerintah berkomitmen untuk mempermudah regulasi dan penyediaan dana agar pengusaha lokal dapat tumbuh menjadi raksasa internasional sekelas Samsung, Apple, hingga Tesla.
Ke depannya, monopoli negara dalam sektor-sektor strategis seperti listrik, gas, dan minyak akan dibuka untuk persaingan swasta yang sehat. Perusahaan swasta akan diizinkan memiliki kilang sendiri dan mendistribusikan energi langsung ke masyarakat.
Kembali ke Era Kejayaan
Visi “Global Player” ini merujuk pada era Presiden Soekarno dan Soeharto, di mana Indonesia disegani dan dihormati di kancah internasional. Dengan menghentikan pemberian izin baru bagi perusak hutan serta menerapkan tindakan tegas bagi pencuri lahan negara, Prabowo optimistis Indonesia dapat mencapai kemakmuran dan kekuatan nasional dalam waktu singkat.
“Kebijakan ini hanya bisa dilakukan oleh Pak Prabowo. Ini adalah langkah nyata untuk menjadikan Indonesia negara yang kuat dan disegani dunia,” pungkas narasi dalam tinjauan tersebut.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.