Jalan cerita film ini mengikuti Panji, seorang anak berusia 12 tahun, bersama teman-temannya yang tengah mengikuti perkemahan Penggalang. Petualangan biasa itu berubah drastis ketika mereka tersesat di hutan dan secara tak sengaja menemukan tempat persembunyian sindikat penculik anak.
Tak ada pilihan untuk diam. Dengan berbekal keterampilan kepramukaan, keberanian, dan semangat kerja sama, Panji dan sahabat-sahabatnya berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan sang adik sekaligus membebaskan anak-anak lain yang menjadi korban penculikan.
Plot yang penuh ketegangan ini menjadi wahana untuk menghidupkan nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka secara nyata di layar lebar. Disiplin, tanggung jawab, gotong royong, kepemimpinan, dan kepedulian sosial bukan lagi sekadar hafalan, melainkan aksi nyata yang dijalani para tokoh dalam situasi hidup atau mati.
Ketua Kwarnas, Komjen Pol. (Purn.) Budi Waseso, hadir langsung dalam peluncuran film ini dan menyampaikan dukungan penuhnya. Menurutnya, film Pramuka merupakan langkah strategis dalam memperkuat pendidikan karakter bangsa melalui media kreatif yang dekat dengan keseharian anak-anak dan remaja.
“Kami berharap film ini tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga menjadi tuntunan yang menginspirasi,” ujar pria yang akrab disapa Kak Buwas ini.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.