Secara fungsi, Equil tetaplah air minum. Namun dalam praktik bisnis, nilai sebuah produk tidak selalu ditentukan oleh fungsi semata. Ada faktor lain yang ikut bermain, seperti pengalaman, citra, dan kesan yang dibangun.

Equil dipasarkan bukan sekadar sebagai pelepas dahaga, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup. Produk ini sering ditemukan di restoran kelas atas, hotel berbintang, kafe premium, hingga acara formal. Konsumen yang membelinya tidak hanya mencari air, tetapi juga simbol eksklusivitas dan estetika penyajian.

Dari sisi harga, angka puluhan ribu rupiah per botol memang realistis. Beberapa varian Equil dijual sekitar Rp32.500 untuk ukuran 380 ml, sementara ukuran lebih besar bisa mendekati Rp48.500. Harga tersebut bisa berbeda tergantung lokasi penjualan dan saluran distribusi.

Alasan di balik harga tinggi ini bukan semata pada kualitas airnya. Strategi merek memainkan peran penting. Equil diposisikan sebagai produk premium, sehingga seluruh elemen—mulai dari desain botol, label, distribusi, hingga target pasar—dibangun untuk mendukung citra tersebut.