Summarize the post with AI

JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini belum berhasil kembali ke Indonesia. Keduanya masih terjebak di perairan Teluk Arab dan tidak mampu melewati Selat Hormuz, meski sehari sebelumnya sempat beredar kabar bahwa kedua kapal itu sudah bersiap untuk pulang.

Pejabat Sementara Corporate Secretary PIS, Vega Pita, membenarkan kondisi tersebut dalam keterangan resminya pada Minggu, 19 April. Ia menyatakan perusahaan terus mengamati dengan cermat dinamika situasi di jalur pelayaran strategis itu. “PIS terus memonitor secara saksama perkembangan situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz,” ujar Vega.

Kedua kapal tersebut diketahui telah tertahan selama kurang lebih dua bulan, terhitung sejak Maret lalu. Namun, Pertamina tidak memberikan penjelasan lebih rinci mengenai alasan konkret yang menyebabkan kedua armadanya gagal melanjutkan pelayaran, meskipun sebelumnya sempat diumumkan siap bertolak menuju Tanah Air.

Di tengah situasi yang masih belum menentu itu, Vega memastikan pihaknya aktif berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kementerian terkait serta otoritas berwenang. Perusahaan juga tengah mematangkan rencana pelayaran yang aman sebagai langkah antisipasi begitu situasi kondusif.

Vega menegaskan bahwa keselamatan awak kapal, keamanan armada, serta muatan yang dibawa menjadi prioritas tertinggi perusahaan saat ini. “Kami berharap kondisi di jalur tersebut segera membaik dan kondusif agar kapal Pertamina Pride serta Gamsunoro dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman,” katanya.

Situasi di Selat Hormuz sendiri terbilang volatile dalam beberapa waktu terakhir. Iran sebelumnya sempat mengumumkan pembukaan penuh jalur pelayaran komersial di selat tersebut, yang dikaitkan dengan tercapainya kesepakatan gencatan senjata di Lebanon. Namun, keputusan itu tidak bertahan lama. Militer Iran menutup kembali selat itu hanya beberapa jam setelahnya, sebagai respons atas kebijakan Amerika Serikat yang dinilai terus memblokade akses kapal masuk dan keluar dari pelabuhan-pelabuhan di negeri itu.



Follow Widget