Kalimat penutup Prabowo menjadi yang paling menggema: “Saya ingin ucapkan terima kasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita.”
Pernyataan itu sontak menarik perhatian. Dalam lanskap politik Indonesia yang kerap diwarnai polarisasi dan manuver koalisi, pujian seorang presiden kepada partai oposisi — disampaikan langsung di forum resmi kenegaraan — adalah pemandangan yang tidak biasa.
PDIP memang telah memilih jalan berbeda sejak Prabowo resmi dilantik sebagai presiden. Partai besutan Megawati Soekarnoputri itu memutuskan tidak bergabung ke dalam pemerintahan, menjadikannya kekuatan pengawas tunggal di parlemen dari sisi partai politik.
Keputusan itu bukan tanpa konsekuensi. Berada di luar kekuasaan berarti melepaskan akses terhadap pos-pos kabinet dan pengaruh kebijakan yang biasanya menjadi daya tarik utama bagi partai mana pun untuk bergabung dengan koalisi pemenang.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.