Summarize the post with AI
Temuan itu menjadi kompas. Akbar mulai mendalami dasar-dasar pemrograman dan algoritma secara mandiri, sekaligus aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler robotika yang difasilitasi sekolah. Baginya, setiap jam belajar adalah investasi menuju cita-cita yang kini terasa semakin konkret.
Lingkungan belajar yang kondusif turut berperan besar. Para guru tidak hanya mengajar, tetapi juga hadir sebagai penyemangat. Akses internet yang memadai memberi Akbar jendela yang lebih lebar untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan di luar batas ruang kelas. Teman-teman sebaya pun saling mendorong satu sama lain tanpa hierarki yang membebani.
“Di SR ini tidak ada yang memiliki status senioritas atau apa pun. Semuanya sama rata. Karena prinsipnya, cerdas bersama, tumbuh setara,” kata Akbar.
Prestasi Akbar bukan tanpa bukti. Ia telah meraih medali nasional dalam Olimpiade Matematika, pencapaian yang semakin memperkuat keyakinannya bahwa jalan menuju MIT bukan sekadar angan-angan.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.