Salah satu capaian paling mencolok ada di sektor pangan. Produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,69 juta ton, naik 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Yang lebih signifikan, sepanjang 2025 Indonesia tidak melakukan impor beras umum untuk konsumsi. Cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog pun mencapai 3,248 juta ton pada akhir tahun tersebut.

Untuk mendukung produktivitas pertanian, pemerintah memangkas 145 regulasi yang selama ini menghambat distribusi pupuk bersubsidi. Harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi juga diturunkan sebesar 20 persen, sebuah langkah yang langsung dirasakan para petani di tingkat akar rumput.

Di sektor energi, penggunaan biodiesel B40 sepanjang 2025 diklaim menghasilkan penghematan devisa sebesar Rp130,21 triliun. Pemerintah kemudian melangkah lebih jauh dengan meluncurkan mandatori biodiesel B50 pada Juli 2026, dengan proyeksi penghematan devisa hingga Rp170 triliun sekaligus target menghentikan impor solar secara bertahap.

Selain itu, program pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt peak dalam tiga tahun mulai digeber. Program Listrik Desa sepanjang 2025 juga telah menyalakan lampu di 1.516 lokasi baru dan menjangkau 77.616 pelanggan yang sebelumnya hidup dalam kegelapan.

Dunia pendidikan pun mendapat perhatian serius. Sebanyak 16.167 sekolah direvitalisasi sepanjang 2025 dengan anggaran Rp16,9 triliun. Digitalisasi pendidikan yang berjalan pada periode 2025 hingga 2026 telah menjangkau 368.310 satuan pendidikan dan memberikan manfaat bagi lebih dari 51 juta siswa di 38 provinsi.



Follow Widget