JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif terbang ke Jakarta untuk memastikan satu hal, pembangunan di Sinjai tak boleh jalan di tempat. Senin siang, 6 Juli 2026, ia memimpin langsung rombongan delegasi Kabupaten Sinjai menuju Kantor Kementerian Pemuda dan RI, membawa agenda konkret yang menyangkut masa depan ekosistem di salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan itu.

Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Ratnawati datang bersama deretan pejabat kunci: Kepala Bappeda Haerani Dahlan, Kepala Dinas Pemuda dan Dr. Mansyur, Kepala Dinas Kominfo Hasir Ahmad, hingga Ketua KONI Kabupaten Sinjai, Rachman. Komposisi delegasi yang lengkap ini mencerminkan keseriusan Pemkab Sinjai dalam membangun koordinasi yang substantif dengan pemerintah pusat.

Di balik kunjungan tersebut, ada satu dokumen yang menjadi pusat perhatian: Desain Daerah, atau yang dikenal dengan singkatan DOD. Hasir Ahmad menjelaskan bahwa agenda utama pertemuan adalah membahas penyusunan sekaligus implementasi DOD di Kabupaten Sinjai, bersamaan dengan upaya mendapatkan dukungan sarana dan prasarana dari pemerintah pusat.

DOD bukan dokumen biasa. Ia adalah peta jalan pembangunan keolahragaan daerah yang dirancang untuk periode panjang, 2024 hingga 2045. Dokumen ini menjadi panduan menyeluruh dalam mengembangkan secara berkelanjutan di tingkat kabupaten.

Cakupannya pun luas. DOD mencakup lima bidang strategis sekaligus: masyarakat, pendidikan, prestasi, bagi penyandang disabilitas, serta pengembangan industri dan . Lima bidang ini saling menopang satu sama lain untuk membentuk ekosistem yang utuh.

Hasir menjelaskan bahwa DOD merupakan turunan langsung dari Desain Besar Nasional atau DBON—dokumen rencana induk pembangunan di level nasional. Bedanya, DOD disusun dengan menyesuaikan kebutuhan, potensi, dan karakteristik spesifik masing-masing daerah.

“Dulu kita mengenal DBON sebagai rencana induk pembangunan nasional. Sementara DOD merupakan penjabaran dari DBON yang disusun secara khusus sesuai kondisi dan kebutuhan daerah sehingga implementasinya lebih terarah,” ujar Hasir.

Pendekatan ini penting karena setiap daerah memiliki tantangan dan potensi yang berbeda. Sinjai, misalnya, memiliki karakteristik geografis dan demografis tersendiri yang membutuhkan strategi pembangunan yang tak bisa sekadar menyalin kebijakan nasional begitu saja.

Dari sudut pandang KONI, kunjungan ini juga menjadi kesempatan emas untuk menyuarakan kebutuhan yang selama ini menjadi hambatan pembinaan . Rachman, Ketua KONI Sinjai, membenarkan bahwa pihaknya memanfaatkan momen pertemuan dengan Kemenpora untuk menyampaikan berbagai kebutuhan fasilitas .

“Kami menyampaikan kebutuhan dukungan sarana dan prasarana agar pembinaan di Sinjai semakin optimal,” kata Rachman.

Persoalan sarana dan prasarana memang kerap menjadi batu sandungan bagi daerah-daerah yang ingin menghasilkan berprestasi. Tanpa fasilitas yang memadai, potensi muda sulit berkembang, sekeras apapun usaha pembinaan yang dilakukan. Inilah yang mendorong Pemkab Sinjai mendorong dukungan langsung dari pusat.

Dr. Mansyur, Kepala Dinas Pemuda dan Sinjai, menambahkan dimensi lain dari kunjungan ini. Ia menegaskan bahwa pasca koordinasi dengan Kemenpora, pihaknya akan segera bergerak mempercepat penyusunan seluruh dokumen pendukung yang dibutuhkan sebagai syarat implementasi DOD.

Salah satu yang menjadi prioritas mendesak adalah penyusunan Peraturan Bupati tentang Desain Daerah. Regulasi ini akan menjadi fondasi hukum bagi pelaksanaan seluruh program yang tertuang dalam DOD di Kabupaten Sinjai.

“Salah satu yang menjadi prioritas dan akan kami percepat adalah penyusunan Peraturan Bupati tentang Desain Daerah sebagai landasan pelaksanaan DOD di Kabupaten Sinjai,” tegas Dr. Mansyur.

Langkah Pemkab Sinjai ini sejalan dengan semangat otonomi daerah yang tidak hanya menuntut kemandirian, tetapi juga kemampuan bersinergi dengan kebijakan nasional. DOD dirancang justru untuk menjembatani dua kepentingan itu: visi nasional yang besar dan kebutuhan lokal yang konkret.

Lebih dari sekadar urusan teknis perencanaan, koordinasi ke Kemenpora ini mencerminkan kesadaran bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan komitmen lintas sektor, mulai dari perencanaan di Bappeda, implementasi lapangan oleh Dinas Pemuda dan , koordinasi pembinaan melalui KONI, hingga dukungan komunikasi publik dari Dinas Kominfo.

Kehadiran Bupati Ratnawati secara langsung dalam kunjungan ini memberi sinyal yang jelas kepada semua pemangku kepentingan: bukan agenda pinggiran. Ini adalah prioritas daerah.

Ke depan, Pemkab Sinjai berharap implementasi DOD bisa segera terwujud sebagai pijakan untuk membangun ekosistem yang lebih maju, meningkatkan prestasi daerah, serta menghadirkan fasilitas yang semakin layak bagi seluruh masyarakat Sinjai.

FAQ

Apa itu Desain Daerah (DOD) yang dibahas Bupati Sinjai di Kemenpora?
DOD adalah dokumen rencana induk pembangunan keolahragaan daerah untuk periode 2024–2045, yang merupakan turunan dari Desain Besar Nasional (DBON) dan disesuaikan dengan kebutuhan serta potensi spesifik masing-masing daerah.

Apa saja bidang yang dicakup dalam DOD Kabupaten Sinjai?
DOD mencakup lima bidang strategis, yaitu masyarakat, pendidikan, prestasi, bagi penyandang disabilitas, serta pengembangan industri dan .

Apa tindak lanjut setelah koordinasi Bupati Sinjai dengan Kemenpora?
Dinas Pemuda dan Sinjai akan mempercepat penyusunan dokumen pendukung DOD, termasuk Peraturan Bupati tentang Desain Daerah sebagai dasar hukum pelaksanaannya.



Follow Widget