Hasir menjelaskan bahwa DOD merupakan turunan langsung dari Desain Besar Nasional atau DBON—dokumen rencana induk pembangunan di level nasional. Bedanya, DOD disusun dengan menyesuaikan kebutuhan, potensi, dan karakteristik spesifik masing-masing daerah.
“Dulu kita mengenal DBON sebagai rencana induk pembangunan nasional. Sementara DOD merupakan penjabaran dari DBON yang disusun secara khusus sesuai kondisi dan kebutuhan daerah sehingga implementasinya lebih terarah,” ujar Hasir.
Pendekatan ini penting karena setiap daerah memiliki tantangan dan potensi yang berbeda. Sinjai, misalnya, memiliki karakteristik geografis dan demografis tersendiri yang membutuhkan strategi pembangunan yang tak bisa sekadar menyalin kebijakan nasional begitu saja.
Dari sudut pandang KONI, kunjungan ini juga menjadi kesempatan emas untuk menyuarakan kebutuhan yang selama ini menjadi hambatan pembinaan . Rachman, Ketua KONI Sinjai, membenarkan bahwa pihaknya memanfaatkan momen pertemuan dengan Kemenpora untuk menyampaikan berbagai kebutuhan fasilitas .
“Kami menyampaikan kebutuhan dukungan sarana dan prasarana agar pembinaan di Sinjai semakin optimal,” kata Rachman.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.