“Hal tersebut semakin menegaskan pentingnya petani sebagai pilar utama dalam membangun kedaulatan pangan nasional,” kata Prabowo.
Pernyataan itu bukan sekadar nostalgia. Di baliknya tersimpan pesan politik yang jelas: pemerintahan Prabowo menempatkan petani sebagai subjek, bukan objek kebijakan.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa penyerapan di Tuban bukan kejadian tunggal. Ini bagian dari program berskala nasional yang sudah berlangsung masif. Total serapan jagung Bulog di seluruh Indonesia kini telah mendekati angka 200.000 ton — sebuah pencapaian yang menunjukkan betapa seriusnya Bulog memainkan peran barunya sebagai penjaga keseimbangan pasar komoditas jagung.
Untuk menampung volume serapan sebesar itu, Bulog telah menyiapkan gudang khusus penyimpanan jagung dengan kapasitas total hampir 350.000 ton. Selain itu, gudang ketahanan pangan yang sedang dibangun Polri akan disinergikan untuk menambah daya tampung, sehingga rantai pasok tidak putus di tengah jalan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.