JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Masalah sampah kini bukan sekadar urusan kebersihan—ia telah menjadi hambatan nyata bagi agenda besar pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, menegaskan bahwa sistem pemilahan sampah di seluruh sektor harus berjalan penuh paling lambat pada 2029. Pernyataan itu disampaikan langsung dalam Deklarasi Gerakan Pilah Sampah yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Minggu, 10 Mei 2026.

Bagi Zulhas, sampah bukan isu pinggiran. Ia menyebut persoalan ini secara langsung menghambat tiga agenda strategis nasional: swasembada pangan, kemandirian energi, dan hilirisasi industri. Ketiganya tak akan bisa berjalan optimal selama tumpukan sampah belum terkelola dengan benar.

Perhatian terhadap isu ini rupanya datang dari pucuk pimpinan tertinggi. Zulhas mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap penanganan sampah nasional, sebuah sinyal bahwa agenda ini bukan sekadar program kementerian, melainkan prioritas istana.

Dalam sambutannya, Zulhas merinci cakupan target yang ia canangkan. Pemilahan sampah harus tuntas dilakukan di setiap titik sumbernya: kantor, pasar, restoran, toko, hingga pusat perbelanjaan. Tidak ada sektor yang dikecualikan. Semuanya diberi tenggat waktu yang sama—2029.