Penertiban berlangsung tanpa kekerasan. Dedi mendatangi langsung setiap pedagang, menanyakan kondisi hidup mereka, mencatat nama dan nomor HP, serta menerima KTP sebagai data awal. Bukan sekadar basa-basi, KDM Juga memberikan Konpensasi, dan akan mengadakan pertemuan dengan para Pedagang di Gedung Sate untuk membahas solusi usaha ke depan.
Salah satu pedagang yang ditemui adalah seorang pria paruh baya penjahit sepatu bola. Ia mengaku penghasilannya tak menentu—ramai bisa tembus Rp200 ribu sehari, sepi bisa anjlok ke Rp50 ribu. Cicilan motor Rp800 ribu dan pinjaman BRI Rp750 ribu per bulan menjadi beban yang harus ia tanggung seorang diri setelah istrinya meninggal.
“Alhamdulillah ada wae rezeki mah,” ucapnya pelan, meski wajahnya menyimpan lelah yang tak mudah disembunyikan.
Dedi mendengarkan dengan sabar. Ia bahkan menjanjikan bantuan beras untuk kebutuhan sementara sambil menunggu program relokasi disiapkan. Modal usaha juga disebut-sebut akan menjadi bagian dari solusi yang akan dirumuskan bersama.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.