Tekanan lokal seperti limbah rumah tangga, sedimentasi, pengambilan material, perilaku tambat kapal, dan pemanfaatan yang tidak ramah lingkungan harus diperlakukan sama seriusnya dengan ancaman perubahan iklim. Dan yang tak kalah penting, hasil riset lokal harus menjadi dasar pengambilan keputusan, bukan sekadar pelengkap narasi pembangunan. Data dari Pulau Sembilan sendiri sudah cukup kuat untuk menjadi pijakan kebijakan yang lebih presisi.

Pada akhirnya, tantangan terbesar kita mungkin bukan hanya kerusakan terumbu karang, melainkan cara pandang yang masih terlalu menyederhanakan peran karang bagi pulau kecil. Kita terlalu lama menempatkan karang sebagai pinggiran laut, padahal bagi pulau-pulau kecil ia adalah inti ketahanan wilayah.

Pulau Sembilan mengajarkan pelajaran yang sangat jelas: menyelamatkan pulau kecil tidak bisa dimulai dari darat saja, tetapi harus dimulai dari memahami dan menjaga sistem karang yang mengelilinginya. Bila karang dibiarkan melemah, maka benteng alami pulau ikut melemah. Bila karang dijaga secara ilmiah, utuh, dan berkelanjutan, maka pulau kecil punya peluang jauh lebih besar untuk bertahan di tengah tekanan.

1000973720 1 edited 1 | PUNGGAWA NEWS

Oleh: Dr. Ridha Alamsyah, S.Pi., M.Si

Wakil Dekan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi)1

  1. Dari Pulau Sembilan, Ridha Alamsyah Dorong Transplantasi Karang Untuk Menopang Ekonomi Biru ↩︎