JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Gelombang panas menyelimuti Kota Suci. Di tengah antusiasme jutaan umat Islam menunaikan ibadah haji, ancaman cuaca ekstrem di Arab Saudi menjadi perhatian serius Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), yang mengeluarkan imbauan resmi agar seluruh jemaah asal Indonesia meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan yang jauh dari kata bersahabat.

Suhu udara di Madinah dan Mekah saat ini tercatat berkisar antara 38 hingga 41 derajat Celsius. Kondisi ini berpotensi memicu dehidrasi, kelelahan fisik, hingga gangguan kesehatan serius jika jemaah tidak mengambil langkah pencegahan yang tepat.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, menegaskan bahwa jemaah perlu mengatur ritme aktivitas ibadah secara bijak. Istirahat yang cukup bukan sekadar anjuran, melainkan kebutuhan mendesak di tengah terik matahari yang membakar sepanjang hari.

Salah satu imbauan yang disampaikan Maria cukup spesifik: minum air sebanyak 3 hingga 4 teguk setiap 10 menit, tanpa menunggu rasa haus. Tubuh manusia bisa kehilangan cairan dengan cepat di suhu ekstrem, dan rasa haus kerap datang terlambat sebagai sinyal bahaya.