Summarize the post with AI
Pemerintah juga mengalihkan anggaran sebesar Rp3,8 triliun dari belanja non-prioritas ke sektor produktif. Dana tersebut digunakan untuk mendukung pembangunan irigasi, penyediaan benih unggul, program pompanisasi, serta pengadaan alat dan mesin pertanian.
Di sektor produksi, intensifikasi diperkuat melalui penggunaan benih unggul dan pemupukan tepat waktu. Program pompanisasi menjangkau sekitar 500 ribu hektare lahan tadah hujan, memungkinkan peningkatan indeks tanam hingga dua sampai tiga kali dalam setahun. Sementara itu, optimalisasi lahan rawa dilakukan di sekitar 800 ribu hektare. Secara keseluruhan, berbagai program tersebut meningkatkan luas tanam hingga 1,3 juta hektare.
Ekstensifikasi juga dilakukan melalui pencetakan sawah baru seluas 200 ribu hektare sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas produksi nasional.
Dari sisi infrastruktur, pemerintah memperkuat sumber daya air melalui pembangunan dan revitalisasi 61 bendungan yang berpotensi melayani irigasi hingga 400 ribu hektare. Rehabilitasi jaringan irigasi tersier juga dilakukan untuk memastikan distribusi air lebih merata ke lahan pertanian.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.