Summarize the post with AI

JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap krisis pangan dan ketergantungan impor, Indonesia justru mencatat capaian yang mencolok. Cadangan beras pemerintah kini mencapai 4,8 juta ton—angka tertinggi sepanjang sejarah—yang tak sekadar menjadi statistik, tetapi mencerminkan perubahan arah kebijakan pangan nasional.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebut lonjakan stok tersebut sebagai hasil dari strategi komprehensif yang dijalankan dari sektor hulu hingga hilir. Ia menegaskan, target swasembada pangan yang semula dirancang dalam kurun empat tahun kini mampu dipercepat hanya dalam satu tahun, berkat langkah-langkah reformasi yang dinilai tepat sasaran.

Menurut Amran, percepatan ini bertumpu pada pembenahan regulasi. Pemerintah memangkas ratusan aturan yang selama ini dianggap menghambat rantai produksi dan distribusi pangan. Sedikitnya 16 regulasi strategis berupa Peraturan Presiden dan Instruksi Presiden diterbitkan guna memperkuat koordinasi lintas sektor.

Reformasi paling signifikan terjadi pada tata kelola pupuk. Sebanyak 145 aturan dipangkas untuk menyederhanakan distribusi yang sebelumnya berbelit. Kini, penyaluran pupuk dilakukan lebih langsung dari Kementerian Pertanian ke PT Pupuk Indonesia, lalu ke petani. Selain itu, alokasi pupuk ditingkatkan hingga 9,55 juta ton, disertai penurunan harga sebesar 20 persen, sehingga beban petani berkurang dan produktivitas terdorong naik.



Follow Widget