Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, YERUSSALEM – Kota suci Yerusalem diguncang serangan rudal masif yang diluncurkan Iran pada Selasa malam waktu setempat, mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah kawasan bersejarah. Yang paling mengejutkan, sebagian struktur Tembok Ratapan (Western Wall), salah satu situs paling sakral dalam agama Yahudi, dilaporkan runtuh akibat serangan tersebut.
Ratusan Rudal Kluster Hantam Kota Suci
Otoritas militer Israel melaporkan bahwa sekitar 200 rudal kluster ditembakkan dari wilayah Iran dalam gelombang serangan yang hampir bersamaan. Sistem pertahanan udara Israel, termasuk Iron Dome dan David’s Sling, langsung diaktifkan untuk menghadang ancaman tersebut.
“Radar jarak jauh kami mendeteksi ratusan objek berkecepatan tinggi dari arah timur beberapa menit sebelum memasuki wilayah udara Israel. Ini bukan serangan konvensional, melainkan operasi skala besar yang terencana matang,” ungkap sumber militer Israel seperti dikutip dari berbagai laporan.
Meski sejumlah rudal berhasil dicegat di udara—menghasilkan kilatan ledakan yang terlihat dari berbagai penjuru kota—puluhan lainnya tetap menembus pertahanan dan menghantam sasaran di wilayah Yerusalem. Rudal jenis kluster yang digunakan memiliki kemampuan melepaskan puluhan submunisi saat meledak di udara, memperluas jangkauan kerusakan secara signifikan.
Struktur Berusia Berabad-abad Ambruk
Ledakan beruntun pertama kali terdengar di bagian barat Yerusalem, kemudian menyebar ke kawasan Kota Tua. Dalam hitungan menit, sirine peringatan serangan udara meraung-raung di seluruh kota, memaksa ribuan warga berlindung ke tempat-tempat aman.
Yang paling memprihatinkan adalah kerusakan di kompleks Tembok Ratapan. Para saksi mata melaporkan bahwa beberapa rudal kluster meledak di udara tepat di atas kawasan tersebut, menciptakan getaran dahsyat yang mengguncang fondasi bangunan-bangunan bersejarah di sekitarnya.
“Ledakan terjadi berturut-turut dalam jarak waktu sangat dekat. Getaran yang luar biasa kuat menyebabkan batu-batu besar dari tembok bergeser, kemudian runtuh,” tutur seorang saksi mata yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Bongkahan batu berukuran besar terlihat berjatuhan ke area plaza yang biasanya dipenuhi peziarah dari berbagai belahan dunia. Petugas keamanan langsung melakukan evakuasi darurat terhadap warga dan pengunjung yang masih berada di lokasi.
Status Darurat Diberlakukan
Kawasan Kota Tua Yerusalem segera dinyatakan dalam status darurat militer. Seluruh akses menuju kompleks Tembok Ratapan ditutup total untuk mencegah korban tambahan akibat kemungkinan runtuhan susulan.
Tim gabungan yang terdiri dari unit penyelamat, teknisi bangunan bersejarah, arsitek, dan insinyur struktur dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Mereka menggunakan peralatan pemindai khusus guna memastikan tidak ada bagian lain yang berisiko ambruk.
“Kami menggunakan alat berat dan perlengkapan pencarian untuk memastikan tidak ada korban terjebak di bawah reruntuhan. Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa getaran ledakan yang sangat dekat menyebabkan kerusakan pada sebagian batu besar yang membentuk bagian luar tembok,” jelas juru bicara tim penyelamat.
Hingga laporan terakhir, pasukan keamanan masih berjaga ketat di berbagai titik strategis Kota Tua. Kegiatan keagamaan di sekitar Tembok Ratapan dihentikan sementara waktu hingga kondisi dinyatakan benar-benar aman.
Iran Klaim Serangan Balasan
Pemerintah Iran melalui media resminya menyatakan bahwa peluncuran ratusan rudal tersebut merupakan operasi pembalasan atas apa yang mereka sebut sebagai “agresi militer” Israel dan Amerika Serikat terhadap sejumlah fasilitas militer di Iran.
“Operasi ini menunjukkan bahwa kami masih memiliki kemampuan penuh untuk menyerang target-target strategis di wilayah Israel jika eskalasi konflik terus berlanjut,” demikian pernyataan yang dikutip dari media Iran.
Laporan dari Tehran juga menyebutkan bahwa Iran berhasil melacak lokasi kamp militer gabungan AS-Israel melalui kombinasi pengintaian satelit beresolusi tinggi, pemantauan aktivitas logistik, dan analisis pola komunikasi yang berlangsung selama berbulan-bulan.
Reaksi Internasional
Pemerintah Israel menyebut serangan ini sebagai salah satu agresi paling serius yang pernah menimpa Yerusalem dalam beberapa dekade terakhir. Selain menimbulkan kerusakan fisik masif, runtuhnya sebagian Tembok Ratapan juga memicu gelombang kecaman dari komunitas Yahudi di seluruh dunia mengingat nilai sejarah dan religius situs tersebut yang sangat tinggi.
Rumah sakit-rumah sakit di Yerusalem dilaporkan mulai menerima korban luka-luka akibat serpihan ledakan dan reruntuhan bangunan. Otoritas kesehatan menyebutkan bahwa sebagian besar korban mengalami cedera ringan hingga sedang, namun beberapa memerlukan perawatan intensif akibat terkena serpihan logam dari submunisi.
Rekaman video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan momen-momen mencekam saat ledakan beruntun mengguncang kota, diikuti awan debu tebal yang menyelimuti area plaza Tembok Ratapan setelah batu-batu besar berjatuhan.
Para analis militer internasional menilai bahwa penggunaan rudal hipersonik dengan hulu ledak kluster dalam serangan ini bukan kebetulan, melainkan strategi terencana untuk memaksimalkan kerusakan terhadap area luas dalam waktu singkat.
Proses evaluasi kerusakan dan pemulihan struktur Tembok Ratapan diperkirakan akan memakan waktu lama mengingat kompleksitas konstruksi bangunan yang telah berdiri selama berabad-abad tersebut. Pemerintah Israel menyatakan komitmen penuh untuk merestorasi situs bersejarah ini sambil terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan serangan susulan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.