Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, SINJAI – Agenda Safari Ramadan tingkat kabupaten di Masjid Besar Ikhwanusshafa Manipi, Kelurahan Tassililu, Kecamatan Sinjai Barat, pada Senin malam (23/2/2026), berlangsung penuh kehangatan. Kegiatan rutin tahunan ini mendapat sorotan khusus berkat kehadiran Wakil Ketua I DPRD Sinjai, Fachriandi Matoa, yang menunjukkan keterlibatan aktif dunia legislatif dalam penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Fachriandi tampil bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, melainkan turut mendampingi Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, dalam penyerahan sejumlah bantuan untuk pengembangan fasilitas ibadah. Bantuan yang disalurkan berasal dari berbagai instansi lintas sektor, termasuk Kementerian Agama (Kemenag), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), institusi perbankan, hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Menurut Fachriandi, Safari Ramadan memiliki fungsi strategis sebagai sarana penghubung antara aspirasi masyarakat di tingkat grassroot dengan arah kebijakan pemerintahan daerah. Ia menilai, momen ini menjadi ajang penting untuk mempererat koordinasi antara lembaga legislatif, eksekutif, dan elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.
“Kami di DPRD Sinjai memosisikan Safari Ramadan tidak hanya sebagai ajang silaturahmi dan penguatan ukhuwah Islamiyah, tetapi juga sebagai ruang dialog untuk membangun komitmen bersama. Ketika sinergi terjalin kuat, maka pembangunan yang berkelanjutan bukanlah sekadar jargon, tapi bisa kita wujudkan bersama,” ujar politisi tersebut dengan nada penuh harapan.
Lebih lanjut, Fachriandi menegaskan komitmen DPRD untuk senantiasa berada di garda depan dalam mendukung program-program strategis pemerintah daerah yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat. Menurutnya, kolaborasi erat antara seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat merupakan fondasi yang tak tergantikan dalam mengakselerasi kemajuan Kabupaten Sinjai ke depan.
Kehadiran figur legislatif dalam agenda keagamaan semacam ini dinilai sejumlah kalangan sebagai langkah positif dalam memperkuat hubungan antara wakil rakyat dengan konstituennya, sekaligus memastikan bahwa pembangunan daerah tidak terlepas dari nilai-nilai spiritual yang mengakar di masyarakat.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.