Summarize the post with AI

PUNGGAWANEWS, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuka suara mengenai tunggakan pembayaran proyek pembangunan tahun 2025. Nilainya fantastis: Rp 621 miliar.

Dedi Mulyadi—yang akrab disapa Kang Dedi—menenangkan publik. Kas Pemerintah Provinsi Jawa Barat, katanya, mencukupi untuk melunasi semua tagihan. Sumber pendanaan berasal dari Dana Alokasi Umum dan pajak kendaraan bermotor yang terus mengalir ke pundi-pundi daerah.

Kesadaran warga Jawa Barat dalam membayar pajak turut menambah saldo kas daerah.

“Terima kasih kepada wajib pajak kendaraan bermotor yang bersemangat membayar pajak,” kata Kang Dedi, Kamis, 8 Januari 2026.

Kendati begitu, gubernur KDM menegaskan pembayaran tidak akan berjalan otomatis. Semua proyek senilai Rp 621 miliar itu bakal diaudit terlebih dahulu guna memastikan mutunya.

Hasil audit akan menentukan kategorisasi: sangat baik, baik, atau kurang baik.

“Pekerjaan yang kurang baik, kami tidak akan membayarkan semuanya,” ujar Kang Dedi.

Ia pun mengundang partisipasi warga. Masyarakat Jawa Barat boleh menyampaikan kritik, saran, bahkan pengaduan lewat media sosial soal proyek-proyek pembangunan.

Cara ini, menurut Kang Dedi, menjadi instrumen kontrol publik agar setiap rupiah uang rakyat benar-benar menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________