Indonesia sendiri datang ke Cebu bukan sekadar membawa seruan. Prabowo membeberkan sejumlah langkah konkret yang tengah dijalankan negaranya sebagai bagian dari transformasi energi nasional. Mulai dari pengembangan energi alternatif dan terbarukan, pemanfaatan bioenergi, hingga percepatan adopsi kendaraan listrik di dalam negeri.
Yang paling ambisius dari seluruh agenda itu adalah program energi surya berskala besar senilai 100 gigawatt. Proyek ini bukan hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan listrik domestik, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia serius menempatkan energi bersih sebagai tulang punggung pembangunan ke depan.
Prabowo menyampaikan semua ini dengan satu tujuan: mendorong negara-negara ASEAN lainnya untuk bergerak dalam arah yang sama. Indonesia ingin menjadi contoh bahwa transisi energi bisa dilakukan secara bertahap namun konsisten, tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.
Forum KTT ASEAN ke-48 di Cebu memang menjadi ajang penting bagi kawasan untuk menyamakan langkah menghadapi tantangan bersama. Isu energi, yang selama ini kerap terpinggirkan oleh agenda perdagangan dan keamanan, kini mendapat tempat lebih sentral dalam diskusi para pemimpin regional.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.