Bagi Indonesia, momentum ini juga bernilai strategis. Dengan memaparkan program-program energinya di forum multilateral sekaliber ASEAN, pemerintah Prabowo membangun citra Indonesia sebagai pemain aktif dalam transisi energi global—bukan sekadar pengikut tren, melainkan inisiator perubahan di level kawasan.

Dalam konteks yang lebih luas, pernyataan Prabowo di Cebu mencerminkan pergeseran cara pandang Indonesia terhadap isu energi. Ketahanan energi kini diperlakukan sebagai bagian tak terpisahkan dari ketahanan nasional—sama pentingnya dengan pertahanan militer atau stabilitas ekonomi.

Kerja sama ASEAN dalam bidang energi, jika dibangun dengan komitmen yang serius, berpotensi mengubah wajah kawasan secara signifikan. Dengan populasi lebih dari 600 juta jiwa dan pertumbuhan ekonomi yang terus melaju, Asia Tenggara memiliki daya tawar besar untuk membentuk arsitektur energi globalnya sendiri.

Prabowo menutup pesannya dengan nada yang optimistis namun realistis—ASEAN punya kapasitas untuk memimpin transisi ini, asalkan setiap negara anggota mau bergerak bersama, bukan masing-masing.