TEHERAN, PUNGGAWANEWS – Presiden Iran Masoud Pezeshkian angkat bicara lantang merespons tekanan Washington—menegaskan bahwa tidak ada kekuatan di dunia yang mampu memaksa negaranya berlutut. Pernyataan itu muncul di tengah ketegangan diplomatik yang kian memanas antara Teheran dan Washington soal masa depan Selat Hormuz.

Melalui platform X, Pezeshkian menulis bahwa pengikut mazhab Syiah tidak bisa ditaklukkan dengan ancaman kekerasan. Ia juga mengungkap telah menghubungi Perdana Menteri Irak Ali Al-Zaidi, mendesak Amerika Serikat untuk menarik semua ancaman militer dari kawasan Timur Tengah.

Pesan itu jelas: Iran tidak akan memberikan konsesi di bawah tekanan senjata.

Ketegangan ini berpusat pada Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Siapa pun yang menguasai selat ini, pada dasarnya memegang kendali atas aliran minyak global—sebuah kenyataan yang membuat konfrontasi di sana berdampak jauh melampaui batas kawasan.