Tidak hanya itu, Presiden juga meresmikan Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Langkah ini merupakan bukti nyata bahwa Gontor terus bertransformasi. Dari pesantren yang awalnya berfokus pada pendidikan agama, kini berkembang menjadi institusi pendidikan tinggi yang menjangkau ilmu-ilmu modern termasuk kedokteran, tanpa meninggalkan akar keislamannya.

Kehadiran Fakultas Kedokteran ini juga selaras dengan salah satu prioritas besar pemerintahan Prabowo, yakni penguatan sumber daya manusia Indonesia di bidang kesehatan. Kolaborasi antara nilai pesantren dan ilmu kedokteran modern diharapkan melahirkan dokter-dokter yang tidak hanya cakap secara medis, tetapi juga memiliki karakter dan integritas kuat.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menyuarakan dua agenda nasional yang tidak kalah penting. Pertama, soal kemandirian pangan. Di tengah ketidakpastian global, Indonesia harus mampu memproduksi dan mengelola kebutuhan pangannya sendiri tanpa bergantung pada impor. Kedua, soal pengentasan kemiskinan yang harus menjadi prioritas nyata, bukan hanya angka di atas kertas.

Presiden juga menekankan pentingnya penguatan kedaulatan maritim Indonesia melalui pemberdayaan nelayan. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, laut adalah rumah dan sumber kehidupan jutaan rakyat Indonesia. Menyejahterakan nelayan berarti menjaga kedaulatan itu dari ujung terluar wilayah negara.

Rangkaian acara bersejarah ini ditutup dengan penandatanganan dua prasasti oleh Presiden Prabowo, yakni Prasasti Peresmian Renovasi Aula BPPM dan Prasasti Peresmian Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor. Dua prasasti itu kini akan menjadi saksi bisu dari hari bersejarah ketika seorang presiden hadir untuk menandai babak baru dalam perjalanan Gontor.



Follow Widget