Namun pesan yang paling menggetarkan datang ketika Presiden menyinggung soal Palestina. Dengan nada tegas tanpa kompromi, Prabowo menyatakan bahwa dukungan Indonesia untuk perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina adalah komitmen nyata, bukan sekadar retorika diplomatik. Kemerdekaan dan perdamaian, tegasnya, adalah cita-cita yang harus terus diperjuangkan sampai benar-benar terwujud.

Pernyataan ini bukan tanpa konteks. Di tengah situasi global yang masih dibayangi konflik berkepanjangan di Gaza dan wilayah Palestina lainnya, suara Indonesia dari panggung Gontor hari itu terasa semakin bermakna. Sebuah pesantren yang selama seabad mendidik santrinya dengan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan menjadi latar yang tepat untuk pesan sekuat ini.

Seusai menyampaikan sambutan, momen haru terjadi di atas panggung. K.H. Hasan Abdullah Sahal, salah satu pimpinan Gontor yang dihormati, menyerahkan dua hadiah istimewa kepada Presiden Prabowo: buku berjudul Gontor untuk Indonesia dan Mushaf Al-Qur’an karya santri Gontor.

Mushaf tersebut bukan sembarang Al-Qur’an. Ini adalah legasi agung yang proses penulisannya dimulai sejak 2023, dikerjakan secara kolektif oleh para santri dan guru di lingkungan Gontor. Sebuah karya tangan yang membutuhkan ketekunan luar biasa dan menjadi simbol nyata dari nilai-nilai yang selama ini diajarkan Gontor kepada anak-anak didiknya.

Kunjungan Presiden ke Gontor juga diisi dengan agenda strategis lainnya. Prabowo meresmikan renovasi Aula Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), fasilitas utama yang selama puluhan tahun menjadi jantung berbagai kegiatan besar pesantren. Gedung yang telah direnovasi ini kini tampil lebih megah dan representatif, siap menyambut satu abad berikutnya.



Follow Widget