Pernyataan itu langsung mengundang perhatian. Jarang seorang presiden sekaligus ketua umum partai secara terbuka mengakui bahwa kader-kadernya sendiri telah mengecewakan harapan publik. Prabowo seolah memilih untuk tidak lagi menjaga citra partai di atas kepentingan rakyat.
Tak hanya menargetkan politisi, Prabowo juga menyentil mantan perwira militer dan kepolisian yang kini menempati posisi strategis di pemerintahan. Latar belakang TNI atau Polri, tegasnya, bukan jaminan integritas. Kehormatan seragam tidak otomatis terbawa ke kursi jabatan sipil.
“Tidak ada urusan ex TNI berarti hebat. Belum tentu,” ujar Prabowo dengan nada menohok.
Ia mengingatkan bahwa seluruh pemimpin, apa pun asal-usul politiknya, memiliki satu tanggung jawab yang sama: bekerja untuk rakyat. Sekat-sekat partai harus dileburkan ketika menyangkut pelayanan publik dan pengelolaan keuangan negara.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.