Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Prabowo secara eksplisit memberikan ultimatum kepada siapa pun yang memilih melindungi pelaku korupsi. Ia mempersilakan mereka berdiri di sisi yang berlawanan, namun dengan konsekuensi yang gamblang: berhadapan langsung dengan seluruh rakyat Indonesia.

“Yang mau membela maling-maling itu silakan. Kau akan berhadapan dengan seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Yang membuat pidato ini lebih menggigit adalah keberanian Prabowo menyindir lingkaran terdekatnya sendiri. Ia mengakui masih banyak unsur pimpinan yang rapuh begitu bersentuhan dengan uang. Godaan materi, menurutnya, telah menggerus integritas sejumlah pejabat yang seharusnya menjadi teladan.

“Hatinya tidak kuat, imannya tidak kuat,” kata Prabowo, merujuk pada para pejabat yang gagal menjaga diri dari praktik penyimpangan.