Bantuan yang diterima SDN 6 Sumerta berupa rehabilitasi satu gedung dengan tiga ruang kelas baru. Bagi sekolah yang berlokasi di ibu kota Provinsi Bali ini, kehadiran ruang kelas yang layak bukan hal kecil. Lingkungan belajar yang aman dan nyaman adalah prasyarat dasar agar proses pembelajaran bisa berjalan optimal—dan itulah yang coba diwujudkan melalui program revitalisasi ini.

Kepala SDN 6 Sumerta, Luh Made Wardyaningsih, menyambut kunjungan tersebut dengan tangan terbuka. Ia mengaku bersyukur atas perhatian langsung dari menteri sekaligus atas dukungan pemerintah terhadap sekolahnya.

“Terima kasih kami ucapkan atas kunjungan serta pesan penuh makna dari Bapak Menteri. Semoga bantuan revitalisasi yang diberikan pemerintah kepada sekolah kami memberikan manfaat yang besar dalam menunjang sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa-siswi kami ke depannya,” tuturnya.

Kunjungan Mu’ti ke Bali ini mencerminkan pola gerak yang ia konsisten jalani sejak menjabat—turun langsung, melihat kondisi riil di lapangan, dan membawa pesan yang menyentuh inti persoalan pendidikan. Di tengah berbagai agenda reformasi pendidikan yang sedang berjalan, kehadiran seorang menteri di ruang kelas sekolah dasar mungkin tampak sederhana. Namun justru di sanalah kebijakan bertemu kenyataan, dan niat bertemu dengan dampak nyata.